Wawancara Eksklusif dengan Pemeran Utama Industri Minyak Kelapa Sawit

Bergabunglah dengan kami pada wawancara eksklusif dengan dua pemeran utama industri minyak kelapa sawit dari Malaysia. Dimana mereka secara terbuka menyampaikan pandangan mereka akan industri minyak kelapa sawit Malaysia tahun ini serta apa yang bisa diharapkan dari sekarang hingga tahun 2021.Tidak ada ramalan, hanya pendapat faktual, dan panduan yang membantu kita melalui masa sulit ini.



Latar belakang dari dua ahli minyak kelapa sawit dalam wawancara kali ini

  1. MPOA

(FOTO) Datuk Nageeb Wahab, Direktur Utama Malaysian Palm Oil Association (MPOA)

Didirikan pada tahun 1999 sebagai entitas tunggal untuk menggantikan 3 organisasi utama dalam bidang perkebunan, Rubber Growers Association (RGA), the United Planting Association of Malaysia (UPAM), dan the Malaysian Oil Palm Growers Council (MOPGC).


MPOA telah ditugaskan dengan fungsi penting yaitu menjaga keseimbangan kebutuhan dan kepentingan berbagai sektor untuk sinergi dan pengembangan industri perkebunan secara keseluruhan. Meskipun sebagai organisasi yang hanya fokus pada minyak kelapa sawit, MPOA juga melayani kepentingan perkebunan lain, di antaranya karet, kelapa, kokoa, tebu, dan lain-lain. Ia juga melayani isu-isu yang tidak berhubungan dengan tanaman, seperti tenaga kerja, perdagangan, harga, dan keberlangsungan. Sebagai suara tunggal yang berpengaruh, MPOA mewakili kebutuhan yang kompleks dari industri perkebunan secara efektif terlebih lagi pada kondisi ekonomi yang mengglobal dengan cepat.


Hari ini, MPOA memiliki 120 anggota badan termasuk pelaku usaha utama di Malaysia dengan total lahan hampir seluas 2 juta hektar atau 40% dari area plantasi kelapa sawit di Malaysia.


2. MPOB


(FOTO) Dr. Ahmad Parveez Ghulam Kadir, Direktur Jendral Malaysian Palm Oil Board (MPOB)

Malaysian Palm Oil Board (MPOB), didirikan pada 1 Mei 2020, merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab untuk pengembangan industri minyak kelapa sawit di Malaysia. Berfungsi di bawah Kementerian Industri Perkebunan dan Komoditas, tugas utamanya adalah mempromosikan dan mengembangkan tujuan, kebijakan, dan prioritas nasional demi kesejahteraan industri minyak kelapa sawit Malaysia.


Untuk mendorong kemajuan industri, MPOB fokus pada penelitian dan pengembangan pada spektrum nilai dalam industri minyak kelapa sawit. Ia menganut strategi 3 cabang untuk memaksimalkan sinergi antara perkembangan ekonomi, pengelolaan lingkungan, dan pertambahan nilai untuk memastikan pertumbuhan masa depan dapat dilakukan dalam kerangka yang berkelanjutan. MPOB menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang inovatif, dan telah memenangkan berbagai penghargaan, baik lokal, maupun secara global. Ia memiliki peranan yang penting dalam mempromosikan keunggulan industri yang selaras dengan misinya – meningkatkan kesejahteraan industri minyak kelapa sawit Malaysia melalui penelitian, pengembangan, dan layanan terbaik.


Visi MPOB adalah menjadi institusi penelitian dan pengembangan penerima penghargaan Nobel Laureate yang pertama, memimpin dan mendorong pengembangan industri minyak kelapa sawit yang beragam, menambah nilai, bersaing secara global dan berkelanjutan.


1. Terima kasih telah meluangkan waktu anda untuk wawancara ini. Sedikit untuk menghangatkan suasana; jadi pada saat seperti ini di mana semua orang tetap bekerja dari rumah, bagaimana rutinitas keseharian anda?


MPOA: Sejak penutupan akses dikarenakan COVID-19 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Movement Control Order (MCO) di Malaysia efektif per tanggal 18 Maret, Sektretariat MPOA tetaplah sibuk dan memegang peranan penting dalam meyakinkan pemerintah agar sektor perkebunan dapat tetap beroperasi dan memastikan kebutuhan anggota kami terjaga dengan berhubungan dengan pihak berwenang. Alhasil, sektor perkebunan terhindar dari penutupan dan pemberhentian operasional, terkecuali 1 hari di Malaysia dan 14 hari di Sabah. Kami tidak ingin membayangkan jika industri ini, terlebih lagi sektor minyak kelapa sawit harus ditutup seperti sektor lain, karena kita berurusan dengan komoditas yang mudah rusak jika tidak dipanen dan akan membusuk, menyebabkan kerusakan yang sulit diperbaiki, serta memiliki dampak dan efek yang signifikan, terutama pada 1 juta petani kecil di negeri ini di mana kehidupan mereka sangat bergantung padanya. Anggota-anggota yang berterima kasih merespon dengan menyumbangkan lebih dari 5 juta Ringgit Malaysia untuk melawan pandemi dalam bentuk peralatan medis kepada rumah sakit dan institusi milik negara.


MPOB: The Movement Control Order (MCO) yang diumumkan oleh pemerintah pada tanggal 18 Maret 2020 mewajibkan semua orang untuk tinggal di rumah dan mengadopsi norma baru. Sejak saat itu mayoritas karyawan MPOB telah bekerja dari rumah untuk memastikan agar fungsi dan pelayanan MPOB terhadap industri tidak terganggu selama masa penutupan akses. Sebagai Direktur Jenderal MPOB, saya lebih sering melakukan tugas saya dari rumah dan sesekali berkunjung ke kantor MPOB jika saya diperlukan di sana. Beberapa aktivitas dapat dilakukan melalui konferensi video. Pada permulaan MCO, saya sibuk membantu anggota industri untuk memastikan industri pendukung maupun pemberi layanan dapat beroperasi untuk memastikan seluruh sektor di industri minyak kelapa sawit yang diperbolehkan untuk beroperasi dapat berfungsi tanpa kendala maupun hambatan. Kami juga membantu pelaku usaha di industri pendukung untuk memperoleh persetujuan beroperasional dari Dewan Keamanan Nasional melalui MITI untuk memastikan operasional industri minyak kelapa sawit tidak terpengaruhi. Ada banyak pertanyaan dari perusahaan dan asosiasi telah direspon demi menjelaskan isu terkait kondisi MCO dan perkembangannya.


Dalam masa ini, MPOB telah mengeluarkan surat-surat yang memberitahukan kepada pelaku usaha di industri melalui asosiasi terkait mengenai tunjangan beroperasional serta memberikan Standar Prosedural untuk memastikan mereka dapat beroperasi sesuai dengan Standar Prosedural yang diberikan oleh Dewan Keamanan Nasional, Standar Prosedural terkait minyak kelapa sawit yang dikeluarkan oleh MPOB serta beberapa perusahaan perkebunan. Surat baru dengan Standar Prosedural yang telah diperbaharui dikeluarkan setiap kali pemerintah memperpanjang MCO dan pada saat mengubah MCO menjadi CMCO lalu menjadi RMCO. MPOB juga telah mengeluarkan surat terkait pelaku usaha industri (petani, pabrik dan penyulingan) yang diperuntukkan agar mereka dapat membawa saat melakukan tugasnya dari satu tempat ke tempat lain selama MCO. Surat-surat juga dibagikan di media sosial MPOB serta pada situs web. MPOB terus menerus memberikan informasi terbaru kepada para pihak pemangku kepentingan dalam hal implementasi MCO terkait sektor minyak kelapa sawit melalui media sosial, layanan hotline dan situs web.


Industri minyak kelapa sawit merupakan salah satu sektor ekonomi yang penting di mana telah diberikan izin oleh pemerintah agar dapat terus berproduksi selama MCO. Hal ini termasuk memanen Tandan Buah Segar / Fresh Fruit Bunches (FFB) oleh perkebunan dan petani kecil; memroses FFB oleh pabrik minyak kelapa sawit dan memroses minyak kelapa sawit mentah oleh penyulingan guna memproduksi minyak makan bagi pasar domestik. Namun, semua pihak yang terlibat dalam operasional harus mengambil langkah pencegahan penyebaran COVID-19. Di antaranya mengurangi tenaga kerja dan mobilitasnya agar kontak fisik terhindari (jarak sosial) dan para pekerja harus pulang ke rumah masing-masing setelah pulang kerja. Mereka juga diingatkan untuk menjaga kebersihan diri masing-masing