Rantai Pasok Terintegrasi Kunci Utama untuk Meningkatkan Produktivitas dan Mata Pencaharian Petani

Rantai Pasok Terintegrasi Kunci Utama untuk Meningkatkan Produktivitas dan Mata Pencaharian Petani Kelapa Sawit: Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)


Model rantai pasokan terintegrasi telah membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit yang rentan, kunci untuk meningkatkan produktivitas minyak kelapa sawit untuk beberapa dekade ke depan, kata sebuah perusahaan tenaga kerja pada hari Kamis.


Rantai pasokan terintegrasi menempatkan petani di pusat produksi minyak kelapa sawit, menghubungkan mereka dengan perusahaan kelapa sawit, bank, dan pemerintah untuk mendapatkan bantuan.



Perusahaan merupakan pembeli komoditas akan membantu petani mencari pendanaan dari perusahaan keuangan. Mereka melakukannya dengan menggunakan pesanan sebagai jaminan bank ketika petani mengajukan pinjaman. Bank dan perusahaan asuransi memberikan pinjaman dan asuransi kepada petani untuk membeli benih yang lebih baik, peralatan, dan pupuk.


Pemerintah dan perusahaan juga akan membantu petani mendapatkan akses ke program pelatihan, benih bersertifikat, teknologi dan pendanaan. Mereka bisa belajar praktik pertanian yang baik untuk produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan.


Menurut Franky O. Widjaja, wakil ketua bidang agrobisnis, pangan dan perternakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), petani kecil merupakan pemangku kepentingan terpenting dalam sektor kelapa sawit. Pada saat bersamaan, mereka juga yang paling rentan.


“Petani kecil mengelola 41 persen perkebunan kelapa sawit dari total 16,38 juta hektar,” kata Franky pada sebuah konferensi virtual yang diadakan oleh Gabungan Pengusaha Keplapa Sawit Indonesia (Gapki) pada hari Kamis.


“Namun petani-petani ini merupakan pihak yang paling rentan dalam rantai pasokan karena mereka hanya menghasilkan 2 hingga 3 ton per hektra setiap tahun. Sementara standar industri ada di angka 5 hingga 6 ton per hektar setiap tahun,” katanya.


Pada sisi lain, model rantai pasok terintegrasi meningkatkan produktivitas petani sebesar 40 hingga 76 persen. Kadin bersamaan dengan Partnership for Inodnesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) — yang juga telah bermitra dengan Gapki — mengimplementasikan model tersebut pada kelapa sawit dan beberapa komoditas pertanian lainnya dan melihat pendapatan petani meningkat sebesar 50 hingga 200 persen, bergantung pada komoditasnya.


“Kami dapat mencapai ini ketika kami mengadopsi model rantai pasok terintegrasi yang digunakan pada industri minyak kelapa sawit, yang telah membawa Indonesia menjadi produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kerja sama yang konsisten merupakan kunci untuk membantu para petani,” katanya.


Pemerintah kini mempromosikan program peremajaan untuk meningkatkan produktivitas petani. Pemerintah juga menggunakan model rantai pasok terintegrasi dengan memberikan bantuan sebesar 30 juta Rupiah (2.126 Dolar Amerika) per hektar kepada para petani melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Serta menggulirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank untuk mendukung program peremajaan.


“Ketika kami melakukan ini, kami terus membuat progres yang signifikan dalam pengembangan produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan. Tujuan kami adalah untuk menyeimbangkan peluang ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Dan industri minyak kelapa sawit telah mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Franky.


Selain itu, industri minyak kelapa sawit juga membantu menghidupkan populasi yang terus bertumbuh. Populasi global diproyeksikan akan mencapat 9,8 miliar orang pada tahun 2050.


“Dengan jumlah ini, diestimasikan akan diperlukan tambahan 200 juta ton minyak nabati untuk menghidupkan populasi. Minyak kelapa sawit dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini karena ia adalah minyak nabatu yang paling efisien dan produktif,” kata Franky.


Melawan Kampanye Negatif

Industri minyak kelapa sawit menderita akibat banyaknya kampanye negatif, mulai dari tuduhan deforestasi hingga pelanggaran hak asasi manusia.


Menteri Koordinasi Bidang Kelautan dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menghimbau industri untuk melawan kampanye-kampanye negatif tersebut karena sektor minyak kelapa sawit memainkan peran penting dalam perekonomian nasional. Industri minyak kelapa sawit merupakan penyumbang devisa utama di tengan pandemi Covid-19. Hingga bulan September, nilai ekspor kelapa sawit mencapat 13,84 miliar Dolar Amerika.


“Hingga saat ini, masih banyak kampanye negatif terhadap industri minyak kelapa sawit, baik dalam negeri maupun luar negeri. [Karena pentingnya industri ini bagi perekonomian], semua pihak harus bekerja sama melawan kampanye-kampanye negatif,” kata Luhut.


Beliau juga berharap UU Cipta Kerja yang baru dapat meningkatkan iklim investasi pada industri minyak kelapa sawit.


“UU Cipta Kerja mengatur penggunaan lahan dan perizinan serta kerja sama dalam industri kelapa sawit. Harapannya, investasi pada industri — baik di hulu maupun hilir — dapat membaik dengan adanya UU Cipta Kerja dan turunannya,” kata Luhut.

MBL-Asia-Palm-Oil-Web-Banner-GIF.GIF

Advertisement

Copyright 2021 Asia Palm Oil Magazine

FBI Publications (M) Sdn Bhd | 9-3, jalan PJU 5/6, Dataran Sunway, 47810 Petaling Jaya, Selangor