MPOB Menciptakan Alat Untuk Operasi Pemuatan TBS


Perangkat tersebut dapat membantu pekerja untuk memuat tandan buah segar

Sekelompok peneliti dari Dewa Minyak Kelapa Sawit Malaysia (Malaysian Palm Oil Board / MPOB) yang dipimpin oleh Mohd Ramdhan Mohd Khalid telah menemukan teknologi yang dapat membantu pekerja minyak kelapa sawit untuk memuat tandan buah segar (TBS) di perkebunan mereka.


Teknologi tersebut berupa alat pengangkut yang gesit untuk membantu operasi pemuatan TBS diluncurkan pada Seminar dan Pameran Transfer of Technology MPOB pada tahun 2021.


Ia terdiri desain rangka yang sederhana dan sistem hidraulik untuk menahan beban dari transporter kecil di lapangan. Mesin pengemas hidraulik tersebut ditenagai oleh baterai 24V. dengan menekan sati tombol sakelar, alat tersebut akan mengangkat ember dengan perlahan. Ia mampu mengangkat kurang lebih 400 kg beban. Alat tersebut juga dapat dengan mudah dipasang dan dilepas untuk keperluan mobilisasi.


“Menurut penelitian, alat tersebut 35% lebih cepat daripada pemuatan manual. Oleh karena itu, akan menghasilkan peningkatan produktivitas bagi aktifitas evakuasi TBS di lapangan. Perkebunan bisa mendapatkan minyak dengan kualitas yang lebih baik karena teknologi yang membantu mengurangi penanganan TBS yang berganda,” kata Direktur Jenderal MPOB, Dr. Ahmad Parveez Hj Ghulam Kadir.


Penelitian proyek ini dimulai pada tahun 2017 dan teknologi tersebut telah ditawarkan untuk dikomersialisasi karena lebih praktis dan meningkatkan produktivitas di perkebunan kelapa sawit.


Sistem tempat penyimpanan yang digunakan saat ini digunakan di perkebunan kelapa sawit telah memberikan dampak yang signifikan pada pengumpulan dan evakuasi TBS di perkebunan. Sistem ini melibatkan integrasi tempat penyimpanan dengan traktor mini Grabber dengan trailer pengangkat yang tinggi.


Namin, kebanyakan transporter berukuran kecil di lapangan biasanya melepaskan muatannya di atas lahan dan kemudian ditransfer secara manual ke tempat penyimpanan / trailer. Penanganan TBS yang berganda akan meningkatkan waktu pengerjaan dan menurunkan kualitas minyak. Pekerjan juga perlu untuk mengangkat beban ke atas pundak mereka berulang kali sehingga mereka rentan kelelahan saat menangani tandan besar.


“Teknologi ini akan meringankan bebas pekerja perkebunan minyak kelapa sawit dan mengurangi tenaga yang diperlukan untuk memuat TBS. Sehingga, dengan kurangnya tenaga kerja saat ini, teknologi ini akan menarik lebih banyak tenaga kerja lokal untuk bekerja di perkebunan. Yang lebih penting lagi, ia dapat mempromosikan teknologi ramah lingkungan karena ia ditenagai dengan baterai,” katanya.


Teknologi tersebut telah menarik satu perusahaan lokal untuk komersialisasi. MPOB kini sedang dalam proses pengalihan teknologi melalui perjanjian lisensi. Keterlibatan industri dan perusahaan lokal dalam komersialisasi teknologi mesin perkebunan yang dikembangkan oleh MPOB akan meningkatkan praktik mekanisasi pertanian, terutama untuk panen dan transportasi kelapa sawit, kata Dr. Ahmad Parveez.