Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas, CPOPC Membahas Masalah pada Industri Minyak Kelapa Sawit

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia mengadakan pertemuan dengan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) di mana mereka membahas berbagai masalah terkait dengan industri minyak kelapa sawit.


Kementerian menyampaikan bahwa menterinya Datuk Dr Mohd Khairuddin Aman Razali menerima panggilan resmi direktur eksekutif CPOPC Tan Sri Dr Yusof Basiron.



Kedua belah pihak membahas tentang komitmen dan tindakan Malaysia dalam memerangi isu-isu terkait dengan kampanye anti minyak kelapa sawit untuk melindungi kepentingan industri.


"Yang juga turut dibahas adalah proposal untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan rendahnya harga minyak kelapa sawit mentah yang berdampak pada para pemangku kepentingan, terutama pemilik lading kecil, serta upaya meningkatkan kerja sama Malaysia dengan CPOPC,” sebut kementerian dalam sebuah pernyataan.


CPOPC adalah organisasi yang beranggotakan negara-negara produsen minyak kelapa sawit yang didirikan oleh oleh Malaysia dan Indonesia pada tahun 2015 untuk memerangi isu-isu yang terkait dengan industri.


Sebagai produsen terbesar dan nomor dua di dunia, Indonesia dan Malaysia bekerja dengan dasar yang sama untuk mengembangkan industri minyak kelapa sawit serta melindungi kepentingan industri di kedua negara.


Kolombia and Ghana diharapkan dapat bergabung dengan CPOPC secara resmi dalam waktu dekat.


Beberapa negara lain juga telah menyatakan minatnya untuk bergabung bersama CPOPC, yang pada saat ini sedang diketuai oleh Malaysia hingga 31 Desember 2020.


Kementerian juga telah menyampaikan apresiasinya kepada sekretariat CPOPC dan berharap ia dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara Malaysia dan Indonesia.


Sumber: www.theedgemarkets.com

advertisement

Copyright 2020 Asia Palm Oil Magazine

FBI Publications (M) Sdn Bhd | 9-3, jalan PJU 5/6, Dataran Sunway, 47810 Petaling Jaya, Selangor