Harga Minyak Kelapa Sawit Terus Meningkat Pada Semester Pertama Tahun 2021 Dengan Pasokan yang Ketat

Harga Minyak Kelapa Sawit Terus Meningkat Pada Semester Pertama Tahun 2021 Dengan Pasokan yang Ketat: Council Of Palm Oil Producing Countries (CPOPC)


Harga minyak kelapa sawit akan terus meningkat pada semester pertama tahun 2021 karena pasokan global yang tertekan oleh pola cuaca La Nina, kata Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) pada hari Selasa.


Gangguan akibat curah hujan lebat di Asia Tenggara berarti pasokan global akan tetap ketat hingga kuartal pertama tahun depan, kata CPOPC dalam pandangannya yang diterbitkan pada situs mereka.



“Menuju semester kedua tahun 2021, curah hujan yang cukup dan pengelolaan tanaman yang lebih baik didorong oleh harga kelapa sawit yang kini tinggi akan mendorong produksi,” katanya.


Harga minyak kelapa sawit mentah Malaysia naik menjadi 3.348 Ringgit Malysia per ton pada hari Selasa, mendekati lebel tertinggi dalam delapan tahun terakhir di bulan November.


Defisit pasokan minyak nabati global karena cuaca yang buruk menggangu produksi kacang kedelai, bunga matahari, dan minyak biji repa juga akan mendukung naiknya harga minyak kelapa sawit mentah di tahun 2021, serta mendorong berpindahnya penawaran pada minyak kelapa sawit yang lebih rendah, kata CPOPC.


Mereka memperingatkan bahwa mereka melihat perubahan struktural dalam pasokan minyak kelapa sawit global sejak tahun 2021 karena perlambatan penanaman baru oleh produsen utama di Indonesia dan Malaysia sejak tahun 2015.


“Harus digarisbawahi juga bahwa petani kecil di Indonesia melakukan peremajaan kelapa sawit dengan total 500.000 hektar pada akhir tahun 2022 harus bisa mempertahankan pasokan minyak kelapa sawit yang cukup bagi seluruh dunia,” kata CPOPC.


Indonesia dan Malaysia, dua produsen minyak kelapa sawit terbesar, memiliki batas untuk ekspansi ke perkebunan baru sebagai respon terhadap kritik deforestasi dan perusakan habitat alam.


Sementara stok minyak nabati yang ketat di pasar utama, India dan Tiongkok mempertahankan angka impor yang sehat, CPOPC mengatakan bahwa India dapat membatasi pembelian minyak kelapa sawitnya jika panen tanaman biji lainnya meningkat.


Konsumsi di Eropa diperkirakan akan menurun karena tutupnya restoran dan rendahnya penggunaan bahan bakar hayati akibat pandemi Covid-19.


“Secara keseluruhan, prospek minyak kelapa sawit pada tahun 2021 terlihat lebih baik dibandingkan dengan harga rata-rata tahun 2019 dan 2020,” tambah CPOPC.


Mereka memperkirakan harga tahun ini akan berkisar antara 2.600 – 2.650 Ringgit Malaysia per ton.

Copyright 2021 Asia Palm Oil Magazine

FBI Publications (M) Sdn Bhd | 9-3, jalan PJU 5/6, Dataran Sunway, 47810 Petaling Jaya, Selangor