Ghana Menjadi Pemain Terbaik Afrika Dalam Produksi Minyak Kelapa Sawit


Pekerja minyaka kelapa sawit Ghana

Ghana akan menggantikan Pantai Gading sebagai eksportir utama dan penghasil produksi minyak kelapa sawit di Afrika Barat untuk lima tahun ke depan, menurut Bloomberg dan Fitch Solutions.


Produksi minyak kelapa sawit Ghana akan meningkat rata-rata 4,4% dari tahun ke tahun dari tahun 2021 hingga 2025, dengan tingkat pertumbuhan meningkat pada akhir periode tersebut.


Artinya bangsa ini akan menggusur Pantai Gading sebagai pemain terbaik regional.


“Sejumlah perndirian industri dan badan pemerintah baru-baru ini unutk mengatur dan mendukung industri minyak kelapa sawit Ghana telah meningkatkan potensi sektor nasional dibandingkan dengan negara-negara lain di wilayah ini”, laporan tersebut menekankan.


Saat ini, Otoritas Promosi Ekspor Ghana dan Kementerian Perdagangan sedang berusaha mengembangkan surplus minyak kelapa sawit, yang mereka perkirakan akan memperoleh 134 juta Dolar dalam 10 tahun ke depan melalui ekspor.


Laporan tersebut juga menambahkan bahwa “ Asosiasi Pengembangan Kelapa Sawit Ghana (Oil Palm Development Association of Ghana / OPDAG) dihidupkan kembali pada tahun 2015, dan kini didukung oleh Solidaridad dalam rencana strategis untuk meningkatkan tata kelola dan administrasinya pada tahun 2024. OPDAG bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sektor minyak kelapa sawit Ghana, sementara juga mengatasi tantangan akses lahan (menarik investasi dengan mempermudah perolehan lahan baru), malpraktik perdagangan (terutama penyelundupan minyak nabatu ke Ghana) dan keberlanjutan.”


Pemerintah juga baru-baru ini memberikan dukungan bagi sektor tersebut dalam berbagai cara, yang menurut Fitch Solutions dan Bloomberg akan mendorong investasi lebih lanjut di tahun-tahun mendatang.


Pembentukan Otoritas Pengembangan Penanaman Pohon (Tree Crop Development Authority), bertujuan untuk meningkatkan kebijakan dan program yang ditetapkan pemerintah untuk mendorong produksi enam tanaman, termasuk kelapa sawit, juga menjadi pendorong.


“Minyak kelapa sawit dikeluarkan dari pemotongan 50% dalam nilai patokan impor pada tahun 2019 setelah OPDAG berpendapat bahwa pemotongan tersebut akan berdampak negatif pada produsen Ghana. Dengan Partai Patriotik Baru (New Patriotic Party / NPP) yang mempertahankan kekuasaannya pada saat pemilihan di Desember 2020, kami berharap kebijakan ini akan terus berlanjut,” tegasnya.


Namun, terlepas dari pengembangan baru-baru ini di sektor minyak kelapa sawit Ghana, pertumbuhan produksi akan gagal memenuhi pertumbuhan permintaan.


Selain itu, Afrika Barat tidak akan menjadi pemasok global utama minyak kelapa sawit di tahun-tahun mendatang, di mana produsen utama tetap akan berada di Asia Tenggara.

Related Posts

See All