Ekspor Oleokimia Indonesia Meningkat Karena Permintaan Barang-Barang Kebersihan Selama Pandemi


Di dalam pabrik minyaka kelapa sawit Indonesia

Ekspor oleokimia Indonesia diperkirakan akan meningkat selama tiga tahun berturut-turut karena permintaan yang lebih tinggi untuk produk kebersihan dan kesehatan selama pandemi, kata ketua asosiasi produsen oleochemical Indonesia (APOLIN).


Negara Asia Tenggara tersebut, yang juga merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, diperkirakan akan mengekspor 4 juta ton oleokimia dari minyak nabati tahun ini, naik 5,3 persen dari 3,8 juta ton pada tahun 2020.


Dari segi nilai, ekspor senyawa kimia yang digunakan dalam sabun dan kosmetik senilai 3,8 milyar Dolar AS tahun ini, naik 46,2 persen dari 2,6 milyar Dolar AS yang tercatat pada tahun 2020, kata Rapolo Hutabarat, ketua APOLIN dalam sebuah konferensi virtual pada hari Kamis.


Pada tahun 2019, ekspor oleokimia Indonesia mencapai 3,2 juta ton senilai 2,1 milyar Dolar AS.


Peningkatan yang stabil disebabkan oleh meningkatnya permintaan akan produk kebersihan pribadi selama pandemi COVID-19.


"Kesadaran akan kebersihan, seringnya cuci tangan dan mandi setelah beraktivitas di luar secara langsung meningkatkan permintaan… sabun cair, sabun batangan, sampo, dan produk kesehatan,” kata Hutabarat, menggambarkan pandemi sebagai pendorong utama.


Pada periode Januari – Juli, ekspor oleokimia melonjak 3,82 juta ton, naik lebih dari 16 persen dari 3,27 juta ton pada periode yang sama di tahun lalu, menurut data dari kementerian perdagangan.