Manfaat Tersembunyi Minyak Kelapa Sawit Bagi Kesehatan Anda

Minyak kelapa sawit lebih diminati sebagai minyak goreng di beberapa negara Asia Tenggara karena khasiat kesehatannya, keserbagunaannya, harga yang terjangkau dan ketahanan alami terhadap kerusakan bau dan warna, dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.


Dibedakan karena manfaat kesehatannya, minyak kelapa sawit telah dipromosikan oleh peneliti sebagai pilihan yang lebih sehat karena ia tidak memiliki lemak trans, dan juga karena kehambaran serta tidak berbau.


Insiyur penelitian dan pengembangan Wilmar Biotechnology Research and Development Center (Shanghai) Co. Limited Dr Prakash Adhikari mengatakan bahwa minyak kelapa sawit merupakan sumber yang kaya akan antioksidan dan beta-karoten. “Menurut penelitian, minyak kelapa sawit meningkatkan kadar kolesterol HDL yang baik tanpa meningkat tingkat kolesterol secara keseluruhan. Ia juga efektif dalam mengurangi tingkat kolesterol HDL yang ‘tidak baik’ yang dikaitkan dengan penyakit jantung.


"Ia juga mengandung asam lemak yang penting bagi tulang, sendi-sendi dan kesehatan kulit. Minyak kelapa sawit memiliki kandungan lemak tak jenuh ganda yang rendah – berbanding terbalik dengan kekayaan kandungan antioksidannya seperti vitamin E, tocotrienols dan beta-karoten, yang dikombinasikan untuk memberikan efek kemerahan yang khas pada minyak,” katanya.


Vitamin E melindungi arteri dari penebalan, dan melindungi kulit dari racun serta radiasi sinar ultraviolet. Seperti minyak jenuh lainnya, minyak kelapa sawit tidak memerlukan “proses hidrogenasi” untuk meningkatkan masa simpan produk makanannya, karena semua atom karbonnya terhubung satu sama lainnya dengan sepasang atom hidrogen, yang berarti minyak tersebut benar-benar jenuh.


Minyak kelapa sawit mudah didapat dari buahnya dengan cara ditekan dan diperas. Warnanya kemerahan dan cocok untuk kegiatan komersial dan bahan memasak di rumah. Dr Adhikari mengatakan bahwa minyak kelapa sawit terpisah menjadi dua jenis berdasarkan fraksinasi, di mana ia dipisahkan dalam kondisi suhu yang diatur menjadi bentuk padat dan bentuk cair. “Bentuk padat disebut stearin, digunakan untuk membuat lemak padat seperti margarin. “Dan bagian yang cair disebut olein yang lebih sehat dan digunakan oleh para pembuat makanan,” katanya.


Dr Adhikari menambahkan bahwa antioksidan dari minyak kelapa sawit memungkinkan tubuh manusia untuk melawan radikal bebas yang berasal dari polusi udara, pola makan yang tidak seimbang dan stres akut.


Jadi, asupan antioksidan yang lebih tinggi dapat membantu mencegah penyakit jantung, arthritis, aterosklerosis, dan beberapa jenis kanker, serta dapat memperlambat proses penuaan. Jelasnya. “Peneliti menemukan tocotrienol, senyawa alami yang terdapat di dalam vitamin E, menghambat fungsi enzim di otak yang menyebabkan sel-sel otak mati jika terkena stroke.


"Vitamin E muncul secara alami pada makanan dalam delapan bentuk yang berbeda (empat tokoferol: alfa, beta, gamma dan delta-tokoferol serta empat tocotrienol: alfa, beta, gamma dan delta-tocotrienol), yang masing-masing memiliki keunikan, serta tindakan biologis pelengkap yang menargetkan jalur saraf tertentu yang melindungi kematian sel saraf dan melindungi kematian saraf setelah terkena stroke,” tambah Dr. Adhikari.


Dia juga berbagi tambahan manfaat kesehatan minyak kelapa sawit lainnya yaitu ketahanan gizinya terhadap suhu panas.


"Beberapa minyak nabati, jika dipanasi hingga suhu tinggi tertentu, akan kehilangan nilai gizinya, namun berdasarkan penelitian terhadap minyak kelapa sawit, hasilnya menunjukkan sebaliknya, menyarankan bahwa ia bisa dipanasi pada waktu dimasak tanpa menhilangkan kandungan fitonutriennya,” katanya.


Ia menambahkan kalau minyak kelapa sawit dapat digunakan sebagai pengganti kebutuhan memasak seperti minyak, mentega dan penggoreng.


Orang Indonesia menganggap minyak kelapa sawit cocok untuk menggoreng makanan, dan juga untuk menumis, karena titik asapnya yang tinggi.


"Minyak kelapa sawit tidak mengandung protein, dan tidak ada alergi yang diketahui yang berasal dari minyak kelapa sawit. Meskipun banyak berita yang buruk mengenai “minyak tropis” pada masa lalu, sebagian besar klaim kampanye negatif belum dapat dibuktikan dalam penelitian akhir-akhir ini,” katanya. “Makanan yang dipanggang, susu formula, tepung kue dan mi instan semua mengandung minyak kelapa sawit dalam bahannya,” tambahnya.


Manajer senior divisi inovasi dari Savola Foods Product Development Innovations Mohamed Metwally berpendapat bahwa minyak kelapa sawit sangat cocok untuk memasak dan memanggang. “Ia mengandung 50 persen asam lemak jenuh, 40 persem asam lemak tak jenuh tunggal, dan 10 persen asam lemak tak jenuh ganda. “Tingginya asam lemak jenuh dan tak jenuh tunggal membuat minyak kelapa sawit tahan dan stabil dalam suhu tinggi atau suhu penggorengan. “Lemak jenuh dan antioksidan membuatnya sangat tahan terhadap oksidasi dan pembentukan radikal bebas,” katanya.


Menurut peneliti, jika seseorang menderita luka potong, mereka bisa menggunakan minyak kelapa sawit untuk menyembuhkan bagian yang terluka. Dikenal memiliki efek penyembuhan yang bermanfaat, minyak tersebut, ketika dioleskan dalam jumlah kecil pada luka, dapat membantu dalam penyembuhan, mirip dengan tingtur yodium.


Orang Indonesia yang mengingini pengganti yang lebih sehat untuk membuat kue selama musim hari raya bisa menggantikan lemak jenis lainnya dengan minyak kelapa sawit. Karena anda tidak akan bisa membedakannya, minyak kelapa sawit bisa menjadi cara yang baik dan mudah untuk meningkatkan kesehatan, dan juga mempertahankan rasa yang sama.

advertisement

Copyright 2020 Asia Palm Oil Magazine

FBI Publications (M) Sdn Bhd | 9-3, jalan PJU 5/6, Dataran Sunway, 47810 Petaling Jaya, Selangor